Monday, March 23, 2015

Sejarah perkembangan Kesehatan Mental dan Konsep Sehat berdasarkan Emosi, Intelektual, Sosial, Fisik dan Spiritual


DEFINISI SEHAT

Apa sih sehat itu ?

Sehat (Health) secara umum dapat dipahami sebagai kesejahteraan secara penuh (keadaan yang sempurna) baik secara fisik, mental, maupun sosial, tidak hanya terbebas dari penyakit atau keadaan lemah. Sedangkan di Indonesia, UU Kesehatan No. 23/ 1992 menyatakan bahwa sehat adalah suatu keadaan sehat secara fisik, mental, dan sosial dimana memungkinkan setiap manusia untuk hidup produktif baik secara sosial maupun ekonomis. World Health Organization
(WHO, 2001), menyatakan bahwa kesehatan mental merupakan kondisi dari kesejahteraan yang disadari individu, yang di dalamnya terdapat kemampuan-kemampuan untuk mengelola stres kehidupan yang wajar, untuk bekerja secara produktif dan menghasilkan, serta berperan serta di komunitasnya.Dan memiliki 4 dimensi holistik, yaitu agama, organobiologik, psiko-edukatif dan sosial budaya.
Jadi Konsep Sehat merupakan suatu keadaan dimana seseorang dikatakan normal dan sesuai dengan kaidah dan standart yang di terima dalam suatu komunitas atau masyarakyat, dan mempunyai suatu keadaan dimana fisik mental dan sosialnya tidak tergangu dan dapat melalukan peranya sebagai anggota dalam suatu komunitas atau didalam bermasyarakyat.

Dan dari mana sih asal mula arti kata “Kesehatan Mental” itu?

Arti kata Kesehatan Mental
Kesehatan Mental merupakan alih bahasa dari Mental Hygiene atau Mental Health berasal  dari kata Hygiene dan Mental. Secara etimologi Hygiene dari kata Hygea yaitu, nama Dewi Kesehatan Yunani kuno yang mempunyai tugas mengurus masalah kesehatan manusia di dunia. Kemudian muncul kata hygiene untuk  menunjukkan  suatu kegiatan yang bertujuan mencapai hygiene. Sedangkan mental berasal dari kata latin Mens dan Mentis yang berarti jiwa, nyawa, sukma, roh, dan semangat.

Ada beberapa tokoh yang mendefinisikan arti dari Kesehatan Mental itu sendiri, yaitu :
Menurut Pepkin’s
Sehat adalah suatu keadaan keseimbangan yang dinamis antara bentuk tubuh dan fungsi yang dapat mengadakan penyesuaian, sehingga dapat mengatasi gangguan dari luar.

Allport
Manusia sehat adalah manusia yang mencapai kematangan.

Maslow
Manusia sehat adalah manusia yang mampu mengaktualisasikan dirinya dan mencapai kebahagiaan.

Kesehatan mental menurut UU No.3/1961
Adalah suatu kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual, emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan keadaan orang lain.

Zakiah Daradjat
Kesehatan mental adalah terhindarnya orang dari gejala gangguan jiwa (neurose) dan dari gejala-gejala penyakit jiwa (psichose). Definisi ini banyak dianut di kalangan psikiatri (kedokteran jiwa) yang memandang manusia dari sudut sehat atau sakitnya.
Kesehatan mental adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan dirinya sendiri, dengan orang lain dan masyarakat serta lingkungan tempat ia hidup.

Dapat kita ketahui kesimpulan dari beberapa ahli diatas menyebutkan bahwa dapat dipahami bahwa orang yang sehat mentalnya adalah terwujudnya keharmonisan dalam fungsi fisik, jiwa dan sosial serta tercapainya kemampuan untuk menghadapi permasalahan sehari-hari, sehingga merasakan kebahagiaan dan kepuasan dalam dirinya. Seseorang dikatakan memiliki mental yang sehat, bila ia terhindar dari gejala penyakit jiwa dan memanfatkan potensi yang dimilikinya untuk menyelaraskan fungsi jiwa dalam dirinya.

Bagaimana Sejarah dari Perkembangan Kesehatan Mental itu ?

Sejarah perkembangan kesehatan mental

Sejarah mencatat bahwa di Zaman dahulu manusia mengasumsikan bahwa seseorang yang mengalami ganguan Mental atau tidak sehat itu disebabkan oleh suatu tindakan dari mahluk halus atau gaib yang merasuki dirinya dan pikirannya sehingga penderita tersebut harus di jauhi, diasingkan dan dirantai di suatu goa-goa atau penjara penjara bawah tanah. Namun karena semakin majunya perkembangan zaman dan manusia mulai beralih pada pemikiran yang ilmiah maka mereka pun mulai menyimpulkan pendapat yang lebih logis menganai penyakit mental.
Pada Zaman Pra Sejarah tercatat bahwa manusia purba mengalami ganguan seperti infeksi dan arttristis dan pada zaman permulaan masa peradaban Pytagoras ialah orang yang pertama memberi penjelasan terhadap penyakit mental diikuti Plato dan Hypocrates yang berpendapat ganguan mental merupakan ganguan dilihat dari ciri ganguan fisik, moral dan ganguan dari para dewa, dan Zaman Renaisance mulai menyangkal bahwa ganguan penyakit mental itu pasiennya itu tengelam dari dunia Takhyul atau alam gaib.
Namun, lambat laun ada usaha-usaha kemanusiaan yang mengadakan perbaikan dalam  menanggulangi orang-orang yang terganggu mentalnya ini. Philippe Pinel di Prancis dan William Tuke dari Inggris adalah salah satu contoh orang yang berjasa dalam mengatasi dan menanggulangi orang-orang yang terkena penyakit mental. Masa-masa Pinel dan Tuke ini selanjutnya dikenal dengan masa pra ilmiah karena hanya usaha dan praksis yang mereka lakukan tanpa adanya teori-teori yang dikemukakan.
Masa selanjutnya adalah masa ilmiah, dimana tidak hanya praksis yang dilakukan tetapi berbagai teori mengenai kesehatan mental dikemukakan. Masa ini berkembang seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan alam di Eropa. Dorothea Dix merupakan seorang pionir wanita dalam usaha-usaha kemanusiaan berasal dari Amerika. Ia berusaha menyembuhkan dan memelihara para penderita penyakit mental dan orang-orang gila dan memperbaiki banyak rumah sakit jiwa di Amerika dan Eropa.

Pada tahun 1909, gerakan mental Hygiene secara formal mulai muncul. Perkembangan gerakan mental hygiene ini tidak lepas dari jasa Clifford Whitting Beers (1876-1943) bahkan karena jasanya itu ia dinobatkan sebagai The Founder of the Mental Hygiene Movement dia terkenal karena pengalamannya yang luas dalam bidang pencegahan dan pengobatan gangguan mental dengan cara yang sangat manusiawi.
Secara hukum, gerakan mental hygiene ini mendapat pengakuan pada tanggal 3 Juli 1946, yaitu ketika presiden Amerika Serikat menandatangani The National Mental Health Act., yang berisi program jangka panjang yang diarahkan untuk meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat.

KONSEP SEHAT BERDASARKAN EMOSI, INTELEKTUAL, SOSIAL, FISIK, DAN SPIRITUAL.

Kesehatan itu sifatnya  menyeluruh dan memiliki empat aspek. Perwujudan dari masing-masing aspek  tersebut dalam kesehatan seseorang antara lain adalah sebagai berikut ini :

1.      Kesehatan Mental (jiwa) mencangkup 3 komponen, yaitu Emosional, Pikiran, dan Spiritual
§         Emosional yang sehat itu biasanya tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya, hal yang begitu saja terjadi didalam hidup kita. Contohnya bila kita mempunyai perasaan ketika kita merasa takut, sedih, marah, senang, benci, cinta, bosan antusias dll. Dan sebagai akibat dari peristiwa yang terjadi pada kita. Menurut Daniel Golemen, Emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran-pikiran yang khas. Dimana suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak.
§         Kemudian Pikiran yang Sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran yang bersih atau jalan pikiran yang baik.
§         Lalu Spiritual yang sehat tercermin dari bagaimana cara seseorang dalam mengekspresikan cara bersyukur, pujian, kepercayaan dan lainnya terhadap sesuatu di luar alam fana ini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa. Misalnya Sehat Spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang. Dengan kata lain, Sehat Spiritual adalah keadaan dimana seseorang menjalankan ibadah dan semua aturan-aturan agama yang dianutnya sesuai dengan ketentuan yang sudah ada dalam Kitabnya masing-masing.

2.      Kesehatan Sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain atau kelompok lain secara baikk, tanpa membeda-bedakan ras, suku, agama atau kepercayaan yang dianut oleh orang lain, status sosial satu sama lain, ekonomi, politik, dan yang lainnya serta saling bertoleransi dan menghargai satu dengan yang lainnya. Sehat menurut Sosial adalah suatu keadaan dimana seseorang dapat berinteraksi dengan orang lain di lingkungan sekitarnya, sehingga mampu untuk hidup bersama dengan masyarakat di lingkungannya.

3.      Sehat berdasarkan Intelektual adalah suatu dimana seseorang mampu mengendalikan kecerdasannya untuk berfikir (yang baik maupun buruk). Kesehatan intelektual juga sebagai istilah yang menggambarkan kecerdasan, kepintaran, ataupun cara memecahkan suatu masalah yang dihadapinya.

4.      Sehat secara fisik adalah suatu keadaan dimana bentuk fisik dan fungsinya tidak ada  gangguan sehingga memungkinkan perkembangan psikologi dan sosial dapat melakukan kegiatan sehari -hari dalam kondisi yang  baik atau optimal.Dalam pengertian yang paling luas sehat merupakan suatu keadaan yang dinamis dimana individu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan internal (psikologis, intelektual, spiritual dan penyakit) dan eksternal (lingkungan fisik, social, dan ekonomi)dalam mempertahankan kesehatannya.



Adapula beberapa konsep-konsep kesehatan yang dikembangkan berdasarkan :

Dimensi Intelektual
             Dimana Memecahkan masalah dengan pikiran yang tenang, yang dapat memecahkan masalah tersebut. Misalnya ,berhenti sejenak dan memijit pada bagian kaki yang keseleo saat bermain futsal.

Dimensi Fisik
                   Suatu kondisi tubuh yang di haruskan dengan kondisi tubuh sehat.

Dimensi Sosial
          Seseorang dapat melakukan perannya dalam lingkup yang lebih besar dan dapat berinteraksi dengan baik

Dimensi Spiritual
                 Aspek spiritual dapat terlihat dari bagaimana seseorang menjalani kehidupannya, mencakup nilai dan keyakinan yang dilaksanakan, hubungan dengan keluarga atau teman, dan kemampuan mencari harapan dan arti dalam hidup.
Spiritual bertindak sebagai suatu tema yang terintegrasi dalam kehidupan seseorang. Spiritual seseorang akan mempengaruhi cara pandangnya terhadap kesehatan dilihat dari perspektif yang luas. Fryback (1992) menemukan hubungan kesehatan dengan keya­kinan terhadap kekuatan yang lebih besar, yang telah memberikan seseorang keyakinan dan kemampuan untuk mencintai. Kesehatan dipandang oleh beberapa orang sebagai suatu kemampuan untuk menjalani kehidupan secara utuh. Pelaksanaan perintah agama merupakan suatu cara seseorang berlatih secara spiritual.

            Dengan kata lain sehat itu sangatlah penting, seseorangpun dikatakan sehat ketika semua aspek diatas dikatakan baik, dan tidak terganggu. Dimana setiap orang dapat melakukan semua aktifitasnya dengat sempurna dan maksimal. Dan sehat itu adalah modal dasar manusia dalam mencapai tujuannya dan menjalani aktifitas sehari-hari dalam hidupnya. Sehingga jagalah kesehatan kita terutama kesehatan mental kita karena itu adalah modal dasar dalam kita hidup bermasyarakat.





DAFTAR PUSTAKA






No comments:

Post a Comment