KESEHATAN MENTAL
Teori kepribadian sehat menurut aliran
psikoanalisa,aliran behavioristik, dan aliran humanistik.
Sebelum kita mengupas satu persatu apa itu
teori-teori kepribadian sehat menurut beberapa aliran yang kita ketahui, dan
kaitannya sebaiknya kita mengetahui apa maksud atau arti dari Kesehatan Mental itu sendiri????
Kesehatan mental Menurut beberapa ahli yang saya peroleh adalah demikian:
1.
Pieper
dan Uden (2006)
Kesehatan
mental adalah suatu keadaan di mana seseorang tidak mengalami perasaan bersalah
terhadap dirinya sendiri, memiliki estimasi yang relistis terhadap dirinya
sendiri dan dapat menerima kekurangan atau kelemahannya, kemampuan menghadapi
masalah-masalah dalam hidupnya, memiliki kepuasan dalam kehidupan sosialnya
serta memiliki kebahagiaan dalam hidupnya.
2.
Frank,
L. K. (dalam Notosudirjo & Latipun, 2005)
Merumuskan
pengertian kesehatan mental secara lebih komprehensif dan melihat kesehatan
mental secara ”positif”. Dia mengemukakan bahwa kesehatan mental adalah orang
yang terus menerus tumbuh, berkembang dan matang dalam hidupnya, menerima
tanggung jawab, menemukan penyesuaian (tanpa membayar terlalu tinggi biayanya
sendiri atau oleh masyarakat) dalam berpartisipasi dalam memelihara aturan
sosial dan tindakan dalam budayanya.
3.
Federasi
Kesehatan Mental Dunia (World Federation for Mental Health) merumuskan
pengertian kesehatan mental sebagai berikut.
(a).
Kesehatan mental sebagai kondisi yang memungkinkan adanya perkembangan yang
optimal baik secara fisik, intelektual dan emosional, sepanjang hal itu sesuai
dengan keadaan orang lain.
(b).
Sebuah masyarakat yang baik adalah masyarakat yang membolehkan perkembangan ini
pada anggota masyarakatnya selain pada saat yang sama menjamin dirinya
berkembang dan toleran terhadap masyarakat yang lain.
Itu sekiranya beberapa menurut ahli tentang kesehatan mental itu sendiri,
pada intinya sehat mental itu adalah dimana seseorang sehat lahir dan batin
tidak memiliki setress yang berlebih yg berakibat pada terganggunya kejiwaan
seseorang. Dapat selalu menghasilkan karya dalam jangka waktu yg lama. Atau
dengan kata lain Suatu kondisi di mana kepribadian, emosional, intelektual dan
fisik seseorang tersebut dapat berfungsi secara optimal, dapat beradaptasi
terhadap tuntutan lingkungan dan stressor, menjalankan kapasitasnya
selaras dengan lingkungannya, menguasai lingkungan, merasa nyaman dengan
diri sendiri, menemukan penyesuaian diri yang baik terhadap tuntutan sosial
dalam budayanya, terus menerus bertumbuh, berkembang dan matang dalam hidupnya,
dapat menerima kekurangan atau kelemahannya, kemampuan menghadapi
masalah-masalah dalam hidupnya, memiliki kepuasan dalam kehidupan sosialnya,
serta memiliki kebahagiaan dalam hidupnya.
Setelah memahami arti dari kesehatan mental itu sendiri barulah saya akan
membahas kasus pada mental individu di zaman sekarang iniyang berkaitan dengan
aliran Humanistik, mengapa saya mengambil aliran ini?? Karena menurut saya
sendiri kesehatan mental pada aliran humanistik lebih mudah dipahami dan bener
adanya jika orang yang memiliki sehat mental maka ia pasti akan menghasilkan
sesuatu yang bersifat positif dan selalu mengembangkan potensi yang
dimilikinya. Contoh dari kasus yang menyimpang dari kesehatan mental saya
dapatkan pada sekarang ini adalah dimana Sungguh mengenaskan, seorang ibu muda
(Junania Mercy 37) meracuni ke-empat anak-anaknya, memandikan mereka, menyisir
rambutnya, kemudian disandingkan bersama-sama dengan rapi diatas tempat tidur.
Kemudian baru sang ibu mengakhiri hidupnya dengan minum racun yang sama.
Kejadian yang cukup menyayat hati, 4 orang anak kecil itu bagaikan sedang tidur
saja, sang ibu ingin anak-anaknya ditemukan dalam keadaan bersih dan rapi. Bisa
dibayangkan bahwa ibu itu menyaksikan anaknya sekarat, entah muntah, entah
buang-air, entah badannya kejang-kejang karena keracunan. Ia merekamnya dengan
sebuah ponsel kemudian ia membersihkannya dan menata mayat anak-anaknya dengan
rapi. Waktu yang mungkin cukup panjang prosesnya. Kemudian ia memilih pakaian
terbaiknya dan mengakhiri hidupnya. Dan tentu saja mayat sang ibu ketika
ditemukan tidak sebersih anak-anaknya.
Ibu
Mercy adalah gambaran seorang yang mempunyai tekanan berat, persoalan
rumah-tangga, ekonomi dan problem kesehatan anak ke-2nya yang mempunyai
penyakit kelainan darah yang membutuhkan biaya tidak sedikit. Tak tahu kemana
lagi harus meminta tolong, dan ia kemudian menjerit dengan jeritan yang tak
terungkapkan dengan suara, ia bunuh diri.
Dari contoh kasus diatas dapat dikaitkan dengan teori humanistik sebagai
berikut dimana Humanistik sangat mementingkan self (diri) manusia sebagai pemersatu
yang menerangkan pengalaman - pengalaman subjektif individual). Humanistik juga
memandang manusia pada hakikatnya adalah baik. Perbuatan - perbuatan yang
dilakukan manusia entah itu kejam dan mementingkan diri sendiri dipandang
sebagai tingkah laku patologik yang disebabkan oleh penolakan dan frustasi dari
sifat yang pada dasarnya baik tersebut. Dan lebih spesifiknya terkait teori
yang dikatakan oleh Abraham Maslow yang dituangkan dalam bukunya “Motivation
and Personality”. Dalam buku tersebut diuraikan bahwa pada manusia
terdapat lima macam kebutuhan yang berhirarki, meliputi:
1) Kebutuhan-kebutuhan fisiologis (the physiological
needs)2) Kebutuhan-kebutuhan rasa aman (the safety needs / the security needs)
3) Kebutuhan rasacinta dan memiliki (the love and belongingness needs)
4) Kebutuhan akan penghargaan diri (the self-esteem needs)
5) Kebutuhan akan aktualisasi
diri (the self-actualization needs)
Dimana sang ibu mempunyai tekanan berat, persoalan
rumah-tangga, ekonomi dan problem kesehatan anak ke-2nya yang mempunyai
penyakit.
Dan itu sangat berkaitan dengan ke 5 kebutuhan
hirarki menurut Maslow, dimana sang ibu tidak dapat berbagi masalah yang dia
hadapi masuk teori hiraiki yang ke 4 Kebutuhan akan penghargaan diri (the
self-esteem needs) yang itu
keinginan untuk didengar dihargai, percaya diri, ingin diakui. Tetapi kebutuhan
ibu tersebut tidak dapat terpenuhi. Kemudian ada lagi dimana sang ibu tidak
dapat meraskan cinta dan kasih (Kebutuhan rasacinta dan memiliki (the
love and belongingness needs))
dari adanya anak-anaknya yang telah diberikan Tuhan untuk meredam stress yang
dia rasakan. Kemudian terutama masalah ekonomi yang telah membutakan sang ibu
tersebut hingga membuat nekat membunuh anak-anaknya dan dirinya sendiri. Dimana
kebutuhan yang sangat dibutuhkan yaitu fisiologis (the physiological
needs) tidak terpenuhi yang
sifatnya primer, timbul berdasarkan kondisi kita contoh kebutuhan sandang,
pangan, papan dll.
Gambaran ahli
psikologi humanistik tentang kodrat manusia adalah optimis dan penuh harapan.
Mereka percaya terhadap kapasitas manusia untuk memperluas, memperkaya,
mengembangkan, dan memenuhi dirinya, untuk menjadi semuanya menurut kemampuan
yang ada. Aliran Humanistik juga memfokuskan diri pada kemampuan manusia untuk
berfikir secara sadar dan rasional dalam mengendalikan hasrat biologisnya guna
meraih potensi maksimal. Manusia bertanggung jawab terhadap hidup dan
perbuatannya serta mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk mengubah sikap dan
perilaku mereka. Demikianlah yang dapat saya simpulkan kurang lebihnya saya
minta maaf jika ada kesalahan kata diatas, semoga bermanfaat...
Sumber :
https://deathneverlost.wordpress.com/2014/05/21/terapi-humanistik-eksistensial/ http://elfagustiarapratama.blogspot.com/2014/03/teori-kepribadian-sehat-menurut-aliran.html
Sarwono, S.W. (2002). Berkenalan dengan Aliran - Aliran
dan Tokoh - Tokoh Psikologi. Jakarta : Bulan Bintang
Feist, Jess dan Gregory J. Feist. 2010. Teori Kepribadian (Theories of
Personality). Jakarta : Salemba Humanika.
Basuki,Heru. 2008. Psikologi Umum. Jakarta : Universitas Gunadarma.
No comments:
Post a Comment