Thursday, March 12, 2015

Kesehatan Mental menurut beberapa aliran,alirn behavioristik, humanistik, dan psikoanalisa


KESEHATAN MENTAL

Teori kepribadian sehat menurut aliran psikoanalisa,aliran behavioristik, dan aliran humanistik.

Sebelum kita mengupas satu persatu apa itu teori-teori kepribadian sehat menurut beberapa aliran yang kita ketahui, dan kaitannya sebaiknya kita mengetahui apa maksud atau arti dari Kesehatan Mental itu sendiri????
           
Kesehatan mental Menurut beberapa ahli yang saya peroleh adalah demikian:
1.      Pieper dan Uden (2006)
Kesehatan mental adalah suatu keadaan di mana seseorang tidak mengalami perasaan bersalah terhadap dirinya sendiri, memiliki estimasi yang relistis terhadap dirinya sendiri dan dapat menerima kekurangan atau kelemahannya, kemampuan menghadapi masalah-masalah dalam hidupnya, memiliki kepuasan dalam kehidupan sosialnya serta memiliki kebahagiaan dalam hidupnya.
2.      Frank, L. K. (dalam Notosudirjo & Latipun, 2005)
 Merumuskan pengertian kesehatan mental secara lebih komprehensif dan melihat kesehatan mental secara ”positif”. Dia mengemukakan bahwa kesehatan mental adalah orang yang terus menerus tumbuh, berkembang dan matang dalam hidupnya, menerima tanggung jawab, menemukan penyesuaian (tanpa membayar terlalu tinggi biayanya sendiri atau oleh masyarakat) dalam berpartisipasi dalam memelihara aturan sosial dan tindakan dalam budayanya.
3.      Federasi Kesehatan Mental Dunia (World Federation for Mental Health) merumuskan pengertian kesehatan mental sebagai berikut.
(a). Kesehatan mental sebagai kondisi yang memungkinkan adanya perkembangan yang optimal baik secara fisik, intelektual dan emosional, sepanjang hal itu sesuai dengan  keadaan orang lain.
(b). Sebuah masyarakat yang baik adalah masyarakat yang membolehkan perkembangan ini pada anggota masyarakatnya selain pada saat yang sama menjamin dirinya berkembang dan toleran terhadap masyarakat yang lain.
Itu sekiranya beberapa menurut ahli tentang kesehatan mental itu sendiri, pada intinya sehat mental itu adalah dimana seseorang sehat lahir dan batin tidak memiliki setress yang berlebih yg berakibat pada terganggunya kejiwaan seseorang. Dapat selalu menghasilkan karya dalam jangka waktu yg lama. Atau dengan kata lain Suatu kondisi di mana kepribadian, emosional, intelektual dan fisik seseorang tersebut dapat berfungsi secara optimal, dapat beradaptasi terhadap tuntutan lingkungan dan stressor, menjalankan kapasitasnya selaras dengan lingkungannya, menguasai lingkungan, merasa nyaman dengan diri sendiri, menemukan penyesuaian diri yang baik terhadap tuntutan sosial dalam budayanya, terus menerus bertumbuh, berkembang dan matang dalam hidupnya, dapat menerima kekurangan atau kelemahannya, kemampuan menghadapi masalah-masalah dalam hidupnya, memiliki kepuasan dalam kehidupan sosialnya, serta memiliki kebahagiaan dalam hidupnya.
Setelah memahami arti dari kesehatan mental itu sendiri barulah saya akan membahas kasus pada mental individu di zaman sekarang iniyang berkaitan dengan aliran Humanistik, mengapa saya mengambil aliran ini?? Karena menurut saya sendiri kesehatan mental pada aliran humanistik lebih mudah dipahami dan bener adanya jika orang yang memiliki sehat mental maka ia pasti akan menghasilkan sesuatu yang bersifat positif dan selalu mengembangkan potensi yang dimilikinya. Contoh dari kasus yang menyimpang dari kesehatan mental saya dapatkan pada sekarang ini adalah dimana Sungguh mengenaskan, seorang ibu muda (Junania Mercy 37) meracuni ke-empat anak-anaknya, memandikan mereka, menyisir rambutnya, kemudian disandingkan bersama-sama dengan rapi diatas tempat tidur. Kemudian baru sang ibu mengakhiri hidupnya dengan minum racun yang sama. Kejadian yang cukup menyayat hati, 4 orang anak kecil itu bagaikan sedang tidur saja, sang ibu ingin anak-anaknya ditemukan dalam keadaan bersih dan rapi. Bisa dibayangkan bahwa ibu itu menyaksikan anaknya sekarat, entah muntah, entah buang-air, entah badannya kejang-kejang karena keracunan. Ia merekamnya dengan sebuah ponsel kemudian ia membersihkannya dan menata mayat anak-anaknya dengan rapi. Waktu yang mungkin cukup panjang prosesnya. Kemudian ia memilih pakaian terbaiknya dan mengakhiri hidupnya. Dan tentu saja mayat sang ibu ketika ditemukan tidak sebersih anak-anaknya.
Ibu Mercy adalah gambaran seorang yang mempunyai tekanan berat, persoalan rumah-tangga, ekonomi dan problem kesehatan anak ke-2nya yang mempunyai penyakit kelainan darah yang membutuhkan biaya tidak sedikit. Tak tahu kemana lagi harus meminta tolong, dan ia kemudian menjerit dengan jeritan yang tak terungkapkan dengan suara, ia bunuh diri.
Dari contoh kasus diatas dapat dikaitkan dengan teori humanistik sebagai berikut dimana Humanistik sangat mementingkan self (diri) manusia sebagai pemersatu yang menerangkan pengalaman - pengalaman subjektif individual). Humanistik juga memandang manusia pada hakikatnya adalah baik. Perbuatan - perbuatan yang dilakukan manusia entah itu kejam dan mementingkan diri sendiri dipandang sebagai tingkah laku patologik yang disebabkan oleh penolakan dan frustasi dari sifat yang pada dasarnya baik tersebut. Dan lebih spesifiknya terkait teori yang dikatakan oleh Abraham Maslow yang dituangkan dalam bukunya “Motivation and Personality”. Dalam buku tersebut diuraikan bahwa pada manusia terdapat lima macam kebutuhan yang berhirarki, meliputi:
1)    Kebutuhan-kebutuhan fisiologis (the physiological needs)
2)    Kebutuhan-kebutuhan rasa aman (the safety needs / the security needs)
3)    Kebutuhan rasacinta dan memiliki (the love and belongingness needs)
4)    Kebutuhan akan penghargaan diri (the self-esteem needs)
5)    Kebutuhan akan aktualisasi diri (the self-actualization needs)
Dimana sang ibu mempunyai tekanan berat, persoalan rumah-tangga, ekonomi dan problem kesehatan anak ke-2nya yang mempunyai penyakit.
 Dan itu sangat berkaitan dengan ke 5 kebutuhan hirarki menurut Maslow, dimana sang ibu tidak dapat berbagi masalah yang dia hadapi masuk teori hiraiki yang ke 4 Kebutuhan akan penghargaan diri (the self-esteem needs) yang itu keinginan untuk didengar dihargai, percaya diri, ingin diakui. Tetapi kebutuhan ibu tersebut tidak dapat terpenuhi. Kemudian ada lagi dimana sang ibu tidak dapat meraskan cinta dan kasih (Kebutuhan rasacinta dan memiliki (the love and belongingness needs)) dari adanya anak-anaknya yang telah diberikan Tuhan untuk meredam stress yang dia rasakan. Kemudian terutama masalah ekonomi yang telah membutakan sang ibu tersebut hingga membuat nekat membunuh anak-anaknya dan dirinya sendiri. Dimana kebutuhan yang sangat dibutuhkan yaitu fisiologis (the physiological needs) tidak terpenuhi yang sifatnya primer, timbul berdasarkan kondisi kita contoh kebutuhan sandang, pangan, papan dll.
Gambaran ahli psikologi humanistik tentang kodrat manusia adalah optimis dan penuh harapan. Mereka percaya terhadap kapasitas manusia untuk memperluas, memperkaya, mengembangkan, dan memenuhi dirinya, untuk menjadi semuanya menurut kemampuan yang ada. Aliran Humanistik juga memfokuskan diri pada kemampuan manusia untuk berfikir secara sadar dan rasional dalam mengendalikan hasrat biologisnya guna meraih potensi maksimal. Manusia bertanggung jawab terhadap hidup dan perbuatannya serta mempunyai kebebasan dan kemampuan untuk mengubah sikap dan perilaku mereka. Demikianlah yang dapat saya simpulkan kurang lebihnya saya minta maaf jika ada kesalahan kata diatas, semoga bermanfaat...


Sumber :


Sarwono, S.W. (2002). Berkenalan dengan Aliran - Aliran dan Tokoh - Tokoh Psikologi. Jakarta : Bulan Bintang
Feist, Jess dan Gregory J. Feist. 2010. Teori Kepribadian (Theories of Personality). Jakarta : Salemba Humanika.
Basuki,Heru. 2008. Psikologi Umum. Jakarta : Universitas Gunadarma.












No comments:

Post a Comment